
Augmented Reality (AR) bukan lagi sekadar gimmick teknologi. Sekarang, AR sudah jadi alat pemasaran interaktif yang bisa menjembatani dunia fisik dan digital—terutama dalam aktivasi lapangan (field service marketing) seperti event, retail, pameran, hingga promosi outdoor.
Berikut 12 ide kampanye AR field service yang bisa bikin brand kamu lebih standout, interaktif, dan memorable.
Konsep: Pengunjung bisa melihat produk dalam bentuk 3D lewat scan QR atau marker.
Cocok untuk: Elektronik, otomotif, properti.
Contoh: Teknisi di booth pameran menunjukkan mesin dalam bentuk AR yang bisa “dibongkar” secara virtual untuk melihat bagian dalamnya.
Konsep: Field staff membantu pelanggan dengan panduan visual AR langkah demi langkah.
Cocok untuk: Produk rumah tangga, alat industri, IoT.
Contoh: Pelanggan arahkan kamera ke AC baru → muncul animasi AR cara pemasangan filter.
Konsep: Pengunjung mencari objek virtual tersembunyi di area event.
Tujuan: Meningkatkan eksplorasi booth & waktu kunjungan.
Contoh: Setiap objek AR yang ditemukan bisa ditukar hadiah.
Konsep: Menampilkan perubahan sebelum & sesudah menggunakan produk.
Cocok untuk: Cat rumah, skincare, furnitur.
Contoh: Arahkan kamera ke dinding → langsung berubah warna sesuai pilihan cat.
Konsep: Maskot brand muncul dalam AR sebagai pemandu interaktif.
Cocok untuk: Event keluarga, brand anak-anak.
Contoh: Maskot menjelaskan promo atau mengarahkan pengunjung ke zona tertentu.
Konsep: Pelanggan mencoba produk secara virtual.
Cocok untuk: Fashion, kacamata, makeup, helm.
Contoh: Sales field mengarahkan tablet ke wajah pelanggan → muncul kacamata AR.
Konsep: Teknisi atau brand ambassador menjelaskan fitur produk lewat animasi AR.
Cocok untuk: Produk teknis, kesehatan, alat berat.
Contoh: Mesin industri “terbelah” secara AR untuk menunjukkan alur kerja internal.
Konsep: Scan produk → muncul game AR mini dengan hadiah poin.
Tujuan: Meningkatkan repeat purchase & database pelanggan.
Contoh: Scan kemasan minuman → tangkap objek AR untuk dapat kupon diskon.
Konsep: Ketika kamera diarahkan ke display tertentu, muncul promo khusus.
Cocok untuk: Retail, supermarket, pameran.
Contoh: Rak produk biasa → lewat AR muncul karakter yang mengumumkan diskon.
Konsep: Cerita brand ditampilkan lewat animasi AR di lokasi tertentu.
Cocok untuk: Brand heritage, pariwisata, museum.
Contoh: Arahkan kamera ke logo → muncul timeline sejarah brand dalam bentuk animasi 3D.
Konsep: Teknisi atau pelanggan mendapat panduan AR untuk memperbaiki masalah.
Cocok untuk: Elektronik, mesin, perangkat rumah tangga.
Contoh: Kamera diarahkan ke mesin → bagian bermasalah disorot warna merah di AR.
Konsep: Spot foto biasa jadi pengalaman AR yang bisa dibagikan ke media sosial.
Tujuan: Meningkatkan exposure organik.
Contoh: Pengunjung berfoto dengan karakter virtual brand yang “hidup”.
✅ Meningkatkan interaksi langsung dengan pelanggan
✅ Membuat produk kompleks jadi mudah dipahami
✅ Memberikan pengalaman unik yang sulit dilupakan
✅ Mendorong share ke media sosial
✅ Menghubungkan tim lapangan dengan pengalaman digital
🔹 Gunakan perangkat yang mudah diakses (QR, WebAR tanpa aplikasi)
🔹 Pastikan pengalaman cepat & tidak berat loading
🔹 Latih field staff agar bisa memandu penggunaan AR
🔹 Gabungkan dengan insentif (hadiah, diskon, poin loyalti)
🔹 Siapkan CTA jelas setelah pengalaman AR selesai
Chat with us