Template RFP Virtual Tour Toko — Panduan Lengkap untuk Tim PengadaanRFP terstruktur memberikan standar yang jelas untuk jawaban vendor sehingga memungkinkan perbandingan teknis dan komersial secara objektif: mengurangi risiko scope creep, menjelaskan tanggung jawab IP, dan memperjelas SLA/maintenance. Untuk prinsip umum penulisan RFP, lihat panduan procurement berikut (CIPS) dan template RFP contoh.
Brief virtual tour adalah ringkasan 1 halaman yang memberi vendor konteks: tujuan bisnis, lokasi, KPI awal, dan batasan utama. Brief ini biasanya dilampirkan pada RFP untuk mempercepat pemahaman vendor.
Simpan brief ini sebagai one‑page yang mudah diisi dan kirimkan ke calon vendor.
Tuliskan ringkasan proyek, target audiens, dan hasil yang diharapkan dari vendor (deliverable utama).
Definisikan metrik yang akan dipakai (engagement, leads, completion rate training). Jika merujuk benchmark/angka tertentu, sertakan sumber. Untuk metrik digital umum, rujuk praktik analytics standar.
Format akhir (web embed, mobile‑first tour, file sumber), hosting, admin dashboard, dokumentasi.
Supported platforms (web/WebXR, iOS, Android, headset VR). Untuk spesifikasi WebXR dan kebijakan optimasi gambar/performansi lihat image optimization.
Integrasi dengan e‑commerce, POS/ERP, analytics (Google Analytics), lead capture (form/WA/Calendly) dan contoh endpoint API yang diharapkan.
Tanggung jawab vendor vs client untuk foto, 3D model, copy, dan terjemahan (Bahasa Indonesia).
Milestone umum: site survey → capture → post‑production → review/UAT → launch. Sertakan jumlah review cycle yang disepakati.
QA checklist: device compatibility, load time target (spesifik harus disepakati dan disertakan dalam SLA).
Definisikan tanggung jawab hosting, backup, update keamanan, dan response time untuk support. Untuk praktik keamanan web, rujuk OWASP.
Tegaskan kepemilikan aset (foto/3D), hak penggunaan, dan transfer source files setelah pembayaran.
Minta breakdown: capture, post‑production, lisensi hosting, fitur custom, dan biaya recurring maintenance. Hindari angka umum tanpa sumber.
Minta portofolio, demo link (sandbox), tim teknis, referensi klien sejenis, dan sample project plan. Lihat checklist vendor.
Format dokumen, deadline, contact person, NDA/confidentiality, dan lampiran wajib.
Faktor yang memengaruhi biaya:
Komponen penawaran umumnya terpisah: biaya capture, biaya post‑production, biaya integrasi, biaya hosting/maintenance. Untuk estimasi konkret, minta vendor mengirimkan opsi paket dan skenario roll‑out.
Snippets yang bisa dicopy:
Proposal harus berisi: cover letter, executive summary, technical approach, demo links (sandbox), deliverables, project plan/Gantt, tim & CV, biaya rinci, SLA, case studies, asumsi & exclusion. Minta vendor sertakan link demo atau sample tour (platform contoh: Matterport, 3DVista, Kuula).
Sediakan one‑page: tujuan, lokasi & jam capture, scope singkat, deadline, budget range (opsional), kontak. Gunakan ini sebagai lampiran RFP.
Saran bobot (berdasarkan praktik umum): Technical approach 35%, Experience 25%, Price 20%, Support/SLA 10%, Timeline 10% (berikan fleksibilitas sesuai prioritas Anda). Tips: minta PoC atau sandbox, lakukan site visit, pastikan klausul IP dan recurring cost jelas. Untuk pedoman evaluasi publik, lihat contoh dokumen tender pemerintahan di gov.uk publications.
Perhatikan perlindungan data & consent pengambilan gambar (Undang‑Undang PDP RI): UU PDP RI. Pastikan tour di‑host via HTTPS & ikuti praktik keamanan web (OWASP): OWASP.
Praktik bervariasi; PoC sering kali dibayar untuk custom features—nego sebagai pilot berbayar atau reduced scope (tanpa sumber tepercaya).
Masukkan klausul transfer IP dan file sumber dalam kontrak yang menetapkan deliverable ownership setelah pembayaran penuh.
Waktu bergantung pada ukuran toko, metode capture (360 vs photogrammetry), dan jumlah tim capture; rencanakan pilot untuk 1–2 cabang dulu, lalu skala sesuai temuan pilot.
SLA harus mencakup uptime target, backup, security patching, response time support, dan SLA credits/penalty untuk downtime atau layanan tidak terpenuhi.
Nilai demo berdasarkan aksesibilitas (desktop & mobile), performa load, fitur integrasi (API, e‑commerce), kemudahan admin, dan dokumentasi teknis. Sertakan checklist testing untuk konsistensi penilaian.
Jika Anda ingin melihat contoh kerja, cek portofolio kami dan layanan layanan virtual tour.
Butuh review RFP atau demo yang disesuaikan? Jadwalkan konsultasi RFP review gratis atau demo turnkey dengan tim kami. Setelah kontak: kami akan tinjau RFP/brief Anda, rekomendasikan perbaikan prioritas, dan siapkan proposal pilot beserta estimasi biaya.
Ringkasan manfaat: Dengan template rfp virtual tour toko yang tepat Anda mempercepat proses seleksi vendor, mengurangi ambiguitas technical scope, dan meningkatkan akurasi estimasi biaya. Hubungi kami untuk review RFP dan demo — kami bantu ubah brief Anda jadi proposal yang actionable.