1. Beranda
  2. Studi Kasus
  3. Floridina

Case Study  ·  10 menit baca

Pengalaman WebAR Floridina Coco: Mengubah Kemasan Minuman Menjadi Pengalaman Brand Interaktif

Bagaimana InReality Solutions mengembangkan pengalaman WebAR interaktif untuk Floridina Coco, menghasilkan 13.724 aktivasi AR dan rata-rata waktu keterlibatan 87 detik selama kampanye berbatas waktu di Jakarta Fair.

🏢 FloridinaFMCG / Beverage📍 Jakarta, Indonesia
13.724Aktivasi Pengalaman AR
87 DetikRata-rata Waktu Keterlibatan
15+ PerangkatDiuji Selama Pengembangan
Tanpa Unduh AplikasiPengalaman WebAR Berbasis Browser

Ringkasan Proyek

KlienFloridina
Induk PerusahaanWings Group
IndustriFMCG / Minuman
ProdukFloridina Coco
LokasiJakarta, Indonesia
AcaraJakarta Fair / Pekan Raya Jakarta
LayananPengembangan WebAR
SolusiPengalaman Kemasan AR Interaktif
Tahun Kampanye2023
Waktu PengembanganSekitar 3 Bulan
Durasi Pengalaman ARSekitar 47 Detik
Dikembangkan OlehInReality Solutions
Floridina — Pengalaman WebAR Floridina Coco: Mengubah Kemasan Minuman Menjadi Pengalaman Brand Interaktif

Lihat Langsung

Daftar Isi (14)
  1. Menghadirkan Augmented Reality ke Kemasan Floridina Coco
  2. Tantangannya: Menciptakan Pengalaman Interaktif di Sekitar Botol Minuman Fisik
  3. Solusinya: Pengalaman Kemasan WebAR Berbasis Browser
  4. Melampaui Animasi AR yang Datar
  5. Tantangan Teknis yang Tak Terduga: Melacak Botol dengan Bentuk Unik
  6. Sekitar Dua Bulan Optimasi Tracking dan Pengujian
  7. Meningkatkan Stabilitas Melalui Adaptasi Kreatif dan Teknis
  8. Menguji Pengalaman WebAR di Lebih dari 15 Perangkat
  9. Merancang WebAR untuk Audiens Konsumen Pasar Massal
  10. Dari Proyek Animasi Tiga Minggu Menjadi Tiga Bulan Pengembangan
  11. Hasilnya: 13.724 Aktivasi Pengalaman AR
  12. Memperluas Keterlibatan Melampaui Booth Acara
  13. Jangkauan Geografis Melampaui Jakarta
  14. Apa yang Ditunjukkan Proyek Floridina tentang AR Kemasan

Menghadirkan Augmented Reality ke Kemasan Floridina Coco

Pada 2023, InReality Solutions mendekati Floridina, brand minuman di bawah Wings Group, dengan sebuah ide: mengubah kemasan fisik Floridina Coco menjadi pengalaman augmented reality yang interaktif.

Floridina saat itu bersiap untuk berpartisipasi di Jakarta Fair, yang juga dikenal sebagai Pekan Raya Jakarta atau PRJ, dan melihat peluang untuk memperkenalkan cara baru bagi pengunjung untuk berinteraksi dengan brand.

Alih-alih hanya mengandalkan display dan materi promosi konvensional, kampanye ini memungkinkan pengunjung mengarahkan smartphone mereka ke botol Floridina Coco dan menyaksikan produk fisik seolah hidup melalui augmented reality.

Tujuannya adalah menciptakan pengalaman visual yang mengesankan, yang menangkap karakter segar dan tropis dari Floridina Coco, sekaligus memberi pengunjung alasan tambahan untuk berinteraksi dengan produk di acara tersebut.

Apa yang awalnya tampak sebagai proyek AR kemasan yang relatif sederhana, ternyata justru menjadi salah satu pengalaman WebAR paling menantang secara teknis yang pernah dikembangkan InReality Solutions pada saat itu.

Tantangannya: Menciptakan Pengalaman Interaktif di Sekitar Botol Minuman Fisik

Floridina menginginkan pengalaman augmented reality yang energik dan mencerminkan karakter serta kepribadian Floridina Coco.

Creative brief-nya meminta elemen visual bernuansa tropis, termasuk cipratan jus beranimasi, nata de coco, pohon kelapa yang bergoyang, pesan promosi, dan elemen lain yang menggambarkan kesegaran produk.

Pengalaman ini perlu mengubah botol Floridina Coco menjadi pusat dari animasi tersebut.

Namun, ada satu persyaratan penting lainnya.

Pengalaman ini dikembangkan untuk acara konsumen besar dan perlu dapat diakses oleh beragam pengunjung yang menggunakan smartphone berbeda-beda.

Mengharuskan pengguna mengunduh aplikasi mobile khusus akan menambah hambatan yang tidak perlu pada pengalaman ini.

InReality Solutions karenanya mengembangkan kampanye ini menggunakan teknologi WebAR, memungkinkan pengunjung mengakses pengalaman langsung melalui browser smartphone yang kompatibel.

Ini berarti perlu menyeimbangkan beberapa persyaratan secara bersamaan:

  • Kualitas visual dan kompleksitas animasi
  • Stabilitas tracking AR
  • Loading yang cepat dan ukuran file yang terkendali
  • Kompatibilitas lintas perangkat Android dan iOS
  • Performa di berbagai smartphone dengan kemampuan hardware berbeda
  • Kemudahan akses di lingkungan acara yang ramai

Mencapai keseimbangan tersebut pada akhirnya menjadi salah satu bagian terpenting dari proyek ini.

Solusinya: Pengalaman Kemasan WebAR Berbasis Browser

InReality Solutions mengembangkan pengalaman WebAR interaktif berdurasi sekitar 47 detik yang berpusat pada botol Floridina Coco.

Pengunjung menemukan aktivasi ini di booth Floridina selama Jakarta Fair.

Sebuah kode QR yang ditampilkan di dalam booth memungkinkan pengunjung mengakses pengalaman tersebut. Setelah memindai kode QR, aplikasi WebAR terbuka melalui browser smartphone mereka.

Tidak ada unduhan aplikasi khusus yang diperlukan.

Pengunjung kemudian dapat mengarahkan kamera smartphone mereka ke botol Floridina Coco untuk mengaktifkan pengalaman augmented reality.

Kemasan fisik menjadi pusat perhatian dari lingkungan tropis beranimasi.

Jus tercipratkan secara dinamis di sekeliling pengalaman.

Elemen nata de coco beranimasi muncul di sekitar produk.

Pohon kelapa bergerak di dalam scene.

Pesan promosi muncul di sekitar botol.

Jus beranimasi mengalir di sekeliling kemasan fisik.

Bersama-sama, elemen-elemen ini mengubah interaksi produk yang biasa menjadi pengalaman brand yang menarik secara visual.

Melampaui Animasi AR yang Datar

Sejak awal, InReality Solutions ingin pengalaman ini terasa berdimensi, bukan sekadar menempatkan animasi datar di atas label Floridina Coco.

Aset animasi karenanya dipisahkan menjadi beberapa lapisan visual.

Elemen yang berbeda diposisikan di depan, di belakang, dan di sekeliling botol fisik.

Hal ini menciptakan kesan kedalaman yang lebih kuat dan membuat kemasan fisik terlihat menyatu dengan lingkungan digital.

Namun, menciptakan efek ini memunculkan tantangan teknis tambahan.

Agar ilusi ini bekerja secara meyakinkan, pengalaman WebAR perlu memahami di mana botol fisik seharusnya muncul dalam hubungannya dengan konten digital.

InReality Solutions karenanya menciptakan representasi 3D dari botol Floridina Coco dan menerapkan 3D occlusion di dalam pengalaman tersebut.

Hal ini memungkinkan elemen animasi tertentu tersembunyi secara visual di belakang botol, sementara elemen lainnya muncul di depannya.

Hasilnya adalah pengalaman yang lebih imersif, di mana produk fisik tampak benar-benar ada di dalam lingkungan beranimasi, bukan sekadar berada di bawah lapisan digital.

Tantangan Teknis yang Tak Terduga: Melacak Botol dengan Bentuk Unik

Animasi awal dan aset kreatif diselesaikan dalam waktu sekitar dua hingga tiga minggu.

Proyek lengkap ini membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.

Alasan utamanya adalah bentuk fisik botol Floridina Coco.

Banyak pengalaman augmented reality berbasis gambar menggunakan marker datar atau kemasan silinder konvensional dengan sisi lurus.

Botol Floridina Coco berbeda.

Bentuknya yang khas menyempit di bagian tengah dan melebar ke arah bagian atas dan bawah botol.

Meskipun label Floridina sendiri memberikan image target yang khas secara visual, geometri kemasan fisik ini menciptakan kesulitan yang signifikan dalam menjaga tracking AR yang akurat dan stabil.

Pengalaman ini bisa berjalan dengan baik di satu smartphone namun berperilaku berbeda di smartphone lain.

Tracking yang tampak stabil di perangkat Android bisa mengalami masalah di iPhone.

Animasi bisa bergetar atau bergerak alih-alih tetap tertambat secara meyakinkan pada botol fisik.

Apa yang awalnya tampak sebagai pengalaman AR kemasan yang relatif sederhana karenanya berubah menjadi proses pengembangan dan optimasi teknis yang ekstensif.

Sekitar Dua Bulan Optimasi Tracking dan Pengujian

InReality Solutions menghabiskan sekitar satu setengah hingga dua bulan untuk mengatasi tantangan tracking dan stabilitas yang diciptakan oleh bentuk botol tersebut.

Prosesnya melibatkan siklus pengujian, penyesuaian, optimasi, dan pengembangan ulang yang berulang.

Parameter tracking diubah berulang kali.

Image target dioptimalkan.

Berbagai pendekatan untuk penyampaian animasi dieksplorasi.

Posisi animasi disesuaikan.

Hubungan antara kemasan fisik dan konten digital diuji berulang kali.

Tim juga bereksperimen dengan berbagai pendekatan teknis untuk meningkatkan performa dan kualitas visual.

Untuk beberapa elemen animasi, teknik chroma-key dieksplorasi. Pendekatan green-screen menciptakan komplikasi karena adanya warna yang sudah muncul pada sebagian konten visual. Alternatif blue-screen kemudian diuji, namun memunculkan konflik berbeda saat elemen dengan warna serupa di-key.

Format dan teknik animasi alternatif, termasuk animasi Lottie, juga dieksplorasi seiring tim berupaya menyeimbangkan kualitas visual, kompatibilitas, stabilitas, dan performa.

Proses pengembangan ini menjadi latihan pemecahan masalah yang berkelanjutan.

Solusi yang berhasil di satu perangkat bisa memunculkan masalah di perangkat lain, sehingga tim perlu terus menguji dan menyempurnakan pengalaman hingga performa yang memadai dapat dicapai di berbagai perangkat.

Meningkatkan Stabilitas Melalui Adaptasi Kreatif dan Teknis

Dua versi berbeda dari pengalaman Floridina Coco dikembangkan selama proyek berlangsung.

Pendekatan awal memposisikan sebagian besar elemen animasi di belakang botol fisik.

Selama pengembangan dan pengujian, tim menentukan bahwa membawa elemen visual utama ke depan botol menciptakan pengalaman visual yang lebih kuat.

Perubahan ini juga membantu mengatasi sebagian tantangan terkait penambatan dan stabilitas tracking.

Versi akhir karenanya menempatkan lebih banyak cipratan dan efek visual beranimasi ke arah depan produk fisik.

Hal ini menunjukkan aspek penting dalam mengembangkan pengalaman augmented reality untuk kampanye dunia nyata: keputusan kreatif dan teknis tidak selalu dapat diperlakukan secara terpisah.

Komposisi visual, kemasan fisik, teknologi tracking, performa perangkat, dan pengalaman pengguna semuanya perlu bekerja bersama.

Alih-alih melanjutkan pendekatan yang menarik secara visual namun kurang efektif secara teknis, InReality Solutions mengadaptasi eksekusi kreatif berdasarkan hasil pengujian dunia nyata yang ekstensif.

Menguji Pengalaman WebAR di Lebih dari 15 Perangkat

Pengalaman Floridina Coco tidak dikembangkan untuk lingkungan demonstrasi terkendali menggunakan satu smartphone kelas atas.

Pengalaman ini perlu bekerja untuk konsumen sungguhan.

Proyek ini karenanya diuji di lebih dari 15 perangkat berbeda.

Perangkat ini mencakup:

  • Smartphone Android kelas entry-level dan menengah
  • Smartphone Android premium
  • Beberapa perangkat Samsung
  • Smartphone dari produsen asal Tiongkok
  • Berbagai model iPhone
  • iPad

Proses pengujian mengungkap perbedaan signifikan dalam cara pengalaman ini berjalan di berbagai perangkat dan sistem operasi.

Implementasi yang berhasil di Android bisa berperilaku berbeda di iOS.

Konfigurasi tracking yang tampak stabil di satu smartphone bisa membutuhkan optimasi lebih lanjut untuk perangkat lain.

Pengujian lintas perangkat karenanya menjadi bagian penting dari proses pengembangan.

Merancang WebAR untuk Audiens Konsumen Pasar Massal

Salah satu pertimbangan terpenting sepanjang proyek ini adalah aksesibilitas.

Floridina adalah brand minuman Indonesia untuk pasar massal, dan Jakarta Fair menarik pengunjung yang menggunakan smartphone dengan beragam kemampuan hardware dan kisaran harga.

Pengalaman ini karenanya tidak dapat dirancang secara eksklusif untuk perangkat flagship.

InReality Solutions perlu menyeimbangkan kompleksitas visual animasi berdurasi 47 detik dengan ukuran file, performa loading, stabilitas AR, dan kompatibilitas.

Pengalaman ini juga perlu dapat diakses tanpa mengharuskan pengunjung menginstal aplikasi mobile khusus.

WebAR memberikan solusi yang praktis.

Pengunjung dapat memindai kode QR, membuka pengalaman melalui browser mereka, mengarahkan kamera ke botol Floridina Coco, dan mulai berinteraksi dengan konten augmented reality.

Menghilangkan kebutuhan untuk mengunduh aplikasi mengurangi hambatan dan membuat pengalaman ini lebih mudah diakses di lingkungan acara tersebut.

Dari Proyek Animasi Tiga Minggu Menjadi Tiga Bulan Pengembangan

Salah satu aspek yang mendefinisikan proyek Floridina adalah perbedaan antara menciptakan konten visual dan membuat konten tersebut bekerja secara andal sebagai pengalaman augmented reality dunia nyata.

Animasi utama dan aset kreatif diselesaikan dalam waktu sekitar dua hingga tiga minggu.

Proyek lengkap ini membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.

Sebagian besar waktu pengembangan tambahan didedikasikan untuk mengatasi tantangan teknis yang melibatkan:

  • Tracking kemasan melengkung
  • Stabilitas lintas perangkat
  • Kompatibilitas Android dan iOS
  • Optimasi animasi
  • Optimasi image target
  • 3D occlusion
  • Komposisi visual berlapis
  • Ukuran file dan performa
  • Pengujian perangkat yang ekstensif

Pengalaman ini menunjukkan bahwa pengembangan AR komersial yang sukses melibatkan jauh lebih dari sekadar menghasilkan konten digital yang menarik secara visual.

Teknologinya perlu bekerja secara andal bagi konsumen, perangkat, produk fisik, dan lingkungan sesungguhnya tempat teknologi tersebut digunakan.

Hasilnya: 13.724 Aktivasi Pengalaman AR

Pengalaman WebAR Floridina Coco diluncurkan sebagai aktivasi berbatas waktu selama Jakarta Fair.

Menurut data analitik kampanye, pengalaman ini menghasilkan:

13.724 total scan dan aktivasi pengalaman AR.

Rata-rata waktu yang dihabiskan di halaman pengalaman adalah:

87 detik.

Hal ini sangat berarti mengingat animasi AR lengkap berlangsung sekitar 47 detik sebelum berulang (looping).

Rata-rata waktu keterlibatan karenanya jauh melampaui durasi satu siklus animasi lengkap.

Pengalaman ini menghasilkan:

11.665 scan dari perangkat Android.

Dan:

2.059 scan dari perangkat iOS.

Sekitar 85% dari seluruh scan karenanya berasal dari perangkat Android, menegaskan pentingnya mengoptimalkan dan menguji pengalaman ini di berbagai smartphone Android.

Memperluas Keterlibatan Melampaui Booth Acara

Menurut masukan yang diterima dari Floridina, pengalaman WebAR ini menjadi daya tarik tersendiri di dalam booth.

Pengunjung dapat melihat orang lain mengarahkan smartphone mereka ke botol Floridina Coco dan bereaksi terhadap konten beranimasi tersebut.

Hal ini menciptakan rasa ingin tahu tambahan di sekitar aktivasi tersebut dan mendorong lebih banyak pengunjung untuk menemukan apa yang sedang terjadi.

Floridina melaporkan bahwa pengunjung menikmati interaksi dengan pengalaman ini, dan dalam beberapa kasus, membeli botol untuk dibawa pulang dan mendemonstrasikan aktivasi AR tersebut kepada teman dan keluarga.

Kemasan fisik karenanya berpotensi terus membawa pengalaman brand interaktif ini melampaui lingkungan acara langsung.

Alih-alih interaksi berakhir saat pengunjung meninggalkan booth, botol itu sendiri menjadi bagian dari pengalaman yang dapat dibagikan.

Jangkauan Geografis Melampaui Jakarta

Meskipun kampanye ini berpusat di Jakarta Fair, data analitik mencatat aktivasi dari beberapa kota di Indonesia.

Data geografis tersebut mencakup:

  • 12.626 scan dari Jakarta
  • 412 scan dari Bandung
  • 145 scan dari Depok
  • 137 scan dari Semarang
  • 110 scan dari Surabaya
  • Scan tambahan dari lokasi lainnya

Hal ini menunjukkan bahwa interaksi dengan pengalaman ini meluas melampaui lokasi acara secara langsung.

Karena aktivasi ini berbasis browser, pengguna yang memiliki akses ke botol Floridina Coco dan URL kampanye dapat berinteraksi dengan pengalaman tersebut di luar lingkungan booth.

Apa yang Ditunjukkan Proyek Floridina tentang AR Kemasan

Proyek Floridina Coco menunjukkan bagaimana augmented reality dapat mengubah kemasan produk fisik menjadi titik sentuh digital yang interaktif.

Bagi brand FMCG dan minuman, kemasan secara tradisional digunakan untuk mengomunikasikan informasi produk, branding, dan identitas visual.

Augmented reality menghadirkan lapisan interaktif tambahan.

Dengan WebAR, konsumen dapat menggunakan smartphone mereka untuk mengakses animasi, pengalaman bermerek, game, informasi produk, promosi, konten edukasi, dan pengalaman interaktif lainnya yang terhubung langsung dengan kemasan fisik.

Namun, kampanye AR kemasan yang sukses membutuhkan lebih dari sekadar konten kreatif.

Geometri kemasan fisik, tracking gambar, performa smartphone, kompatibilitas browser, kompleksitas animasi, ukuran file, aksesibilitas pengguna, dan pengujian dunia nyata semuanya dapat memengaruhi pengalaman akhir.

Proyek Floridina Coco mengharuskan InReality Solutions untuk mengatasi setiap faktor ini sambil mengembangkan pengalaman yang ditujukan untuk audiens konsumen yang luas.

Hasilnya adalah aktivasi WebAR berbatas waktu yang menghasilkan 13.724 scan dan rata-rata waktu keterlibatan 87 detik.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu pengalaman AR kemasan?

Pengalaman AR kemasan menggunakan teknologi augmented reality untuk menambahkan konten digital interaktif pada kemasan produk fisik. Konsumen dapat menggunakan smartphone atau perangkat kompatibel lainnya untuk melihat animasi, informasi, game, promosi, atau pengalaman digital lain yang terhubung dengan produk tersebut.

Apa yang dibuat InReality Solutions untuk Floridina Coco?

InReality Solutions mengembangkan pengalaman kemasan WebAR interaktif untuk Floridina Coco selama Jakarta Fair. Pengunjung dapat memindai kode QR, mengarahkan kamera smartphone ke botol Floridina Coco, dan mengaktifkan pengalaman augmented reality berdurasi sekitar 47 detik yang menampilkan cipratan jus beranimasi, nata de coco, pohon kelapa, pesan promosi, dan elemen visual tropis lainnya.

Apakah pengunjung perlu mengunduh aplikasi?

Tidak. Pengalaman Floridina Coco dikembangkan menggunakan teknologi WebAR dan dapat diakses melalui browser smartphone yang kompatibel tanpa perlu mengunduh aplikasi khusus.

Berapa kali pengalaman AR Floridina diaktifkan?

Kampanye berbatas waktu ini menghasilkan 13.724 scan dan aktivasi pengalaman AR.

Berapa lama pengguna berinteraksi dengan pengalaman ini?

Data analitik kampanye mencatat rata-rata waktu 87 detik di halaman pengalaman. Animasi AR itu sendiri berlangsung sekitar 47 detik sebelum berulang (looping).

Mengapa botol Floridina Coco menjadi tantangan teknis untuk di-tracking?

Bentuk melengkung yang khas dari botol Floridina Coco menciptakan tantangan tracking dan stabilitas. Berbeda dari marker datar atau kemasan silinder konvensional bersisi lurus, botol ini menyempit di bagian tengah dan melebar ke arah bagian atas dan bawahnya. Hal ini membutuhkan optimasi yang ekstensif dan pengujian lintas perangkat.

Berapa lama waktu pengembangan pengalaman WebAR Floridina?

Proyek lengkap ini membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Animasi awal dan aset kreatif diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga minggu, sementara sekitar satu setengah hingga dua bulan didedikasikan terutama untuk optimasi tracking, peningkatan stabilitas, pengujian perangkat, dan pengembangan teknis.

Berapa banyak perangkat yang digunakan untuk menguji pengalaman AR ini?

InReality Solutions menguji pengalaman ini di lebih dari 15 perangkat, termasuk smartphone Android entry-level, menengah, dan premium, berbagai model iPhone, serta iPad.

Dapatkah pengalaman WebAR bekerja pada kemasan FMCG dan minuman?

Ya. WebAR dapat mengubah kemasan FMCG dan minuman fisik menjadi pengalaman digital interaktif. Namun, implementasi yang sukses bergantung pada faktor-faktor seperti geometri kemasan, kualitas tracking gambar, kompatibilitas perangkat, optimasi animasi, ukuran file, dan pengujian dunia nyata.

Siapa yang mengembangkan pengalaman augmented reality Floridina Coco?

Pengalaman kemasan WebAR Floridina Coco dikembangkan oleh InReality Solutions, perusahaan teknologi imersif yang berbasis di Jakarta, Indonesia, dengan spesialisasi di bidang augmented reality, virtual reality, pengalaman interaktif, dan virtual tour 360°.

Ingin Hasil Seperti Floridina?

Ceritakan proyek Anda — tim kami akan menyusun proposal yang sesuai kebutuhan Anda.

Chat via WhatsApp