- Beranda
- Studi Kasus
- Cellini
Case Study · 13 menit baca
Bagaimana Cellini Menghasilkan 30% Penjualan Daring Melalui Virtual Store Furnitur yang Imersif
Lihat bagaimana InReality Solutions menciptakan virtual store furnitur yang imersif untuk Cellini yang berkontribusi pada 30% penjualan daring dan meningkatkan ukuran keranjang belanja sebesar 45%.
Ringkasan Proyek
| Klien | Cellini |
| Industri | Furnitur & Ritel |
| Lokasi | Alam Sutera, Indonesia |
| Solusi | Virtual Store Furnitur Interaktif |
| Proyek Selesai | 2022 |
| Ukuran Showroom | Sekitar 500 m² |
| Produk Interaktif | Sekitar 150 Produk Terpilih |
| Teknologi | Matterport |
| Scanning di Lokasi | 2 Hari |
| Durasi Pengembangan | Sekitar 1 Bulan |
| Cakupan | Scanning, Pengembangan Virtual Store, Product Tagging, Integrasi, Pengujian & Peluncuran |
| Integrasi E-Commerce | Tautan Produk Individual |
| Kanal Utama | Website & Media Sosial |
| Perangkat | Desktop, Mobile, Tablet & Perangkat VR yang Kompatibel |
| Tujuan Utama | Menghubungkan Penemuan Showroom Fisik dengan E-Commerce |
| Hasil Utama | Sekitar 30% Penjualan Daring Selama Periode COVID yang Diukur |
| Hasil Ukuran Keranjang Belanja | Sekitar 45% Lebih Tinggi untuk Pelanggan Virtual Store |
Daftar Isi (27)
- Tantangannya: Furnitur Kehilangan Konteks Saat Berpindah ke Daring
- Keterbatasan E-Commerce Furnitur Konvensional
- Peluangnya: Mengubah Showroom 500 m² Menjadi Virtual Store
- Mengapa Furnitur Sangat Cocok untuk Virtual Store
- Menangkap Secara Digital Keseluruhan Showroom Cellini
- Mengelola Cermin dan Permukaan Reflektif
- Menciptakan Pengalaman Showroom 3D yang Imersif
- Membuat Sekitar 150 Produk Menjadi Interaktif
- Dari Virtual Showroom ke E-Commerce
- Menghadirkan Visual Merchandising ke Ranah Daring
- Mendorong Penemuan Produk secara Kontekstual
- Mendukung Cross-Selling dan Pembelian Pelengkap
- Ukuran Keranjang Belanja 45% Lebih Tinggi
- Sekitar 30% dari Penjualan Daring Selama Periode COVID
- Mendukung Ritel Omnichannel Selama COVID-19
- Lebih dari Sekadar Respons terhadap Pandemi
- Membangun Kepercayaan Melalui Kehadiran Ritel Fisik
- Menggunakan Matterport Dollhouse View untuk Navigasi
- Integrasi Website dan Media Sosial
- Kompatibilitas VR
- Proses Product Tagging yang Kolaboratif
- Memberdayakan Tim Internal
- Tantangan Memperbarui Virtual Store Fisik
- Menyelesaikan Proyek dalam Sekitar Satu Bulan
- Hasilnya
- Mengapa Virtual Store Cellini Berhasil
- Dari Showroom Fisik ke Kanal Penjualan Digital
Tantangannya: Furnitur Kehilangan Konteks Saat Berpindah ke Daring
Furnitur berbeda dari banyak kategori produk e-commerce lainnya.
Pelanggan tidak sekadar membeli sebuah objek tunggal.
Mereka membayangkan bagaimana objek tersebut akan ada di dalam sebuah ruang.
Bagaimana tampilan sofa ini dengan meja kopi?
Karpet mana yang melengkapi furnitur ini?
Apakah meja samping tertentu cocok dengan susunan ruang tamu?
Lampu mana yang melengkapi ruangan ini?
Bagaimana berbagai warna, material, dan gaya furnitur bekerja sama?
Showroom furnitur fisik dirancang khusus untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.
Peritel menginvestasikan sumber daya yang signifikan untuk:
- Desain interior
- Penempatan produk
- Visual merchandising
- Pencahayaan
- Koordinasi warna
- Kombinasi furnitur
- Susunan ruangan
- Pergerakan pelanggan di dalam showroom
Semua elemen ini membantu pelanggan membayangkan produk di dalam rumah mereka sendiri.
E-commerce konvensional tidak dapat dengan mudah menciptakan kembali pengalaman ini.
Keterbatasan E-Commerce Furnitur Konvensional
Toko furnitur daring tradisional umumnya menyajikan pelanggan dengan daftar produk.
Pelanggan melihat sebuah sofa.
Mengeklik produk tersebut.
Membaca spesifikasinya.
Melihat-lihat foto.
Kembali ke daftar produk.
Mencari meja kopi.
Membuka halaman produk lain.
Mencari karpet.
Pelanggan bertanggung jawab untuk secara mental menggabungkan semua produk terpisah ini menjadi satu interior yang utuh.
Pengalaman showroom fisik bekerja dengan cara yang berbeda.
Pelanggan melihat produk secara bersamaan.
Mereka menemukan barang-barang pelengkap secara alami.
Mereka memahami skala.
Mereka merasakan berbagai kombinasi.
Mereka mungkin masuk ke showroom untuk mencari satu produk dan keluar setelah menemukan beberapa produk lain yang melengkapi ruang tersebut.
InReality Solutions mengidentifikasi peluang untuk membawa lebih banyak pengalaman ini ke ranah daring.
Peluangnya: Mengubah Showroom 500 m² Menjadi Virtual Store
InReality Solutions mendekati Cellini dengan konsep menciptakan versi digital interaktif dari showroom Alam Sutera-nya yang berukuran sekitar 500 m².
Tujuannya sederhana:
Memungkinkan pelanggan merasakan showroom Cellini yang sesungguhnya dari mana saja.
Alih-alih menelusuri produk satu per satu melalui halaman e-commerce konvensional, pelanggan dapat memasuki showroom tersebut secara virtual.
Mereka dapat:
- Berjalan melintasi lingkungan ritel yang sesungguhnya
- Menjelajahi berbagai penataan furnitur
- Melihat produk yang ditampilkan bersama-sama
- Memahami bagaimana berbagai perabot saling melengkapi
- Menemukan produk secara alami
- Memilih item furnitur tertentu
- Mengakses informasi produk
- Melanjutkan langsung ke halaman produk e-commerce yang sesuai
Virtual store ini dirancang untuk menjembatani ritel fisik dan perdagangan digital.
Mengapa Furnitur Sangat Cocok untuk Virtual Store
Tidak semua kategori ritel sama-sama cocok untuk immersive commerce.
Furnitur menghadirkan beberapa keuntungan yang signifikan.
Pertama, furnitur sangat visual.
Pelanggan diuntungkan dengan melihat produk di dalam lingkungan interior yang utuh.
Kedua, furnitur sering dibeli dalam bentuk kombinasi.
Pelanggan yang membeli sofa mungkin juga membutuhkan:
- Meja kopi
- Meja samping
- Karpet
- Pencahayaan
- Kursi
- Aksesori
Ketiga, furnitur umumnya memiliki siklus produk yang lebih panjang dibandingkan kategori ritel yang bergerak cepat.
Berbeda dengan toko fashion atau peritel lain di mana SKU dan display dapat berubah dengan cepat, koleksi furnitur dapat tetap relevan untuk periode yang lebih lama.
Hal ini membuat investasi awal dalam menciptakan showroom virtual menjadi lebih berkelanjutan secara komersial.
Terakhir, kepercayaan memainkan peran penting dalam pembelian furnitur.
Furnitur dapat mewakili investasi finansial yang signifikan.
Memungkinkan pelanggan mengunjungi showroom fisik yang besar secara virtual membantu menunjukkan skala, legitimasi, jangkauan produk, dan kehadiran fisik peritel.
Menangkap Secara Digital Keseluruhan Showroom Cellini
InReality Solutions menggunakan teknologi Matterport untuk menangkap secara digital showroom Cellini di Alam Sutera yang berukuran sekitar 500 m².
Proses scanning dilakukan selama dua hari.
Untuk memastikan hasil terbaik, scanning dilakukan di luar jam operasional.
Hal ini memungkinkan tim InReality Solutions bekerja tanpa:
- Pelanggan yang bergerak melintasi showroom
- Karyawan yang mengganggu proses scanning
- Produk yang dipindahkan
- Perubahan yang terjadi di antara sesi scan
- Gangguan visual yang tidak perlu
Lingkungan yang terkendali ini membantu tim menangkap keseluruhan showroom secara efisien.
Mengelola Cermin dan Permukaan Reflektif
Showroom furnitur dapat menghadirkan tantangan teknis tertentu selama scanning 3D.
Cermin dan permukaan reflektif dapat mengganggu penangkapan spasial dan konsistensi visual.
Namun, berkat pengalaman sebelumnya dalam bekerja dengan fotografi imersif dan teknologi scanning, tim InReality Solutions mampu mengatasi tantangan ini dan berhasil menangkap showroom tersebut.
Hasilnya adalah representasi digital lengkap dari lingkungan ritel fisik Cellini.
Menciptakan Pengalaman Showroom 3D yang Imersif
Pengalaman Matterport yang telah selesai memungkinkan pelanggan bergerak secara virtual melintasi showroom Cellini.
Alih-alih sekadar melihat foto furnitur satu per satu, pengguna dapat menjelajahi ruang tersebut secara alami.
Mereka dapat berpindah antar lingkungan showroom yang berbeda.
Mereka dapat melihat produk dalam susunan ruang yang dirancang secara profesional.
Mereka dapat memahami bagaimana berbagai item furnitur saling melengkapi.
Mereka juga dapat menggunakan Matterport Dollhouse View untuk memahami tata letak lengkap showroom dan bernavigasi antar area toko yang berbeda.
Hal ini menciptakan pengalaman belanja digital yang lebih eksploratif.
Membuat Sekitar 150 Produk Menjadi Interaktif
Sekitar 150 produk terpilih di seluruh showroom dijadikan interaktif.
Mattertag ditempatkan secara strategis pada masing-masing item furnitur.
Saat pelanggan memilih sebuah produk, mereka dapat langsung mengakses informasi termasuk:
- Nama produk
- Harga
- Deskripsi produk
- Informasi produk tambahan
- Tautan untuk melihat halaman produk lengkap
Hal ini memungkinkan virtual store menghubungkan penemuan produk fisik dengan infrastruktur e-commerce Cellini yang sudah ada.
Dari Virtual Showroom ke E-Commerce
Perjalanan pelanggan dirancang agar sederhana.
Masuk ke Virtual Showroom → Jelajahi Penataan Furnitur → Temukan Produk → Pilih Item → Lihat Informasi Produk → Lanjut ke Toko E-Commerce → Beli Secara Daring
Saat pelanggan memilih produk yang telah ditandai, mereka dapat melihat informasi dasar langsung di dalam pengalaman Matterport.
Jika mereka menginginkan informasi tambahan atau ingin membeli produk tersebut, mereka dapat melanjutkan ke halaman produk yang sesuai di situs web e-commerce Cellini.
Halaman produk terbuka di tab browser terpisah.
Pendekatan ini memungkinkan Cellini mempertahankan infrastruktur e-commerce yang sudah ada sambil menggunakan virtual store sebagai kanal tambahan untuk penemuan produk dan akuisisi pelanggan.
Menghadirkan Visual Merchandising ke Ranah Daring
Salah satu aspek paling berharga dari proyek ini adalah kemampuan untuk membawa strategi visual merchandising fisik Cellini ke dalam lingkungan digital.
Peritel furnitur berinvestasi besar dalam desain showroom.
Produk tidak ditempatkan secara acak.
Sebuah sofa mungkin diposisikan di samping meja kopi tertentu.
Sebuah karpet mungkin dipilih untuk melengkapi furnitur.
Pencahayaan mungkin dipilih untuk melengkapi ruangan.
Aksesori mungkin membantu pelanggan memahami bagaimana keseluruhan ruang bisa terlihat.
Virtual store memungkinkan pelanggan merasakan kombinasi yang dirancang secara profesional ini secara daring.
Hal ini mengubah pengalaman belanja.
Alih-alih bertanya:
"Apakah saya ingin membeli sofa ini?"
Pelanggan mulai bertanya:
"Bagaimana saya bisa menciptakan tampilan lengkap ini di dalam rumah saya?"
Perbedaan itu menjadi signifikan secara komersial.
Mendorong Penemuan Produk secara Kontekstual
E-commerce konvensional sering didorong oleh niat (intent).
Pelanggan mencari produk yang sudah mereka ketahui mereka butuhkan.
Virtual showroom menghadirkan penemuan (discovery).
Pelanggan dapat menemukan produk yang awalnya tidak mereka cari.
Seseorang yang sedang melihat sofa mungkin menyadari:
- Meja kopi yang serasi
- Karpet pelengkap
- Meja samping
- Lampu
- Kursi tambahan
Produk-produk ini menjadi bagian dari pertimbangan pelanggan karena disajikan secara alami di dalam lingkungan tersebut.
Hal ini membantu menciptakan kembali elemen penting dari ritel fisik:
Pelanggan menemukan produk tambahan saat berbelanja.
Mendukung Cross-Selling dan Pembelian Pelengkap
Virtual showroom memungkinkan pelanggan lebih memahami produk mana yang saling melengkapi.
Alih-alih membeli item furnitur secara terpisah, pengguna dapat melihat kombinasi lengkap.
Hal ini mendukung peluang untuk:
- Cross-selling
- Penemuan produk pelengkap
- Pembelian yang lebih besar
- Peningkatan ukuran keranjang belanja
Berdasarkan hasil proyek, pelanggan yang membeli setelah menggunakan virtual store memiliki rata-rata ukuran keranjang belanja sekitar 45% lebih tinggi dibandingkan pelanggan yang berbelanja hanya melalui pengalaman e-commerce konvensional.
Ini menjadi salah satu hasil komersial terpenting dari proyek ini.
Ukuran Keranjang Belanja 45% Lebih Tinggi
Virtual store Cellini menunjukkan perbedaan yang terukur dalam perilaku pembelian pelanggan.
Pelanggan yang memasuki perjalanan pembelian melalui virtual store menghasilkan rata-rata ukuran keranjang belanja sekitar 45% lebih tinggi dibandingkan pembeli daring konvensional selama periode COVID yang diukur.
Virtual showroom membantu pelanggan:
- Menemukan produk tambahan
- Melihat kombinasi furnitur pelengkap
- Membayangkan susunan ruangan yang lengkap
- Menjelajahi produk secara lebih alami
- Melampaui pembelian satu produk saja
Pelanggan umumnya membeli beberapa item pelengkap setelah menjelajahi lingkungan showroom.
Hasil ini memberikan contoh kuat tentang bagaimana immersive commerce dapat memengaruhi bukan hanya keterlibatan pelanggan, tetapi juga nilai transaksi sesungguhnya.
Sekitar 30% dari Penjualan Daring Selama Periode COVID
Hasil komersial besar kedua adalah kontribusi virtual store terhadap penjualan daring Cellini.
Selama periode COVID yang diukur:
Sekitar 30% dari penjualan daring Cellini diatribusikan kepada pelanggan yang datang melalui pengalaman virtual store.
Hal ini menunjukkan bahwa virtual showroom bukan sekadar kebaruan pemasaran semata.
Virtual store ini menjadi bagian penting dari ekosistem penjualan digital perusahaan.
Pelanggan menggunakan pengalaman ini untuk:
- Menjelajahi showroom
- Menemukan produk
- Meriset furnitur
- Mengidentifikasi item pelengkap
- Melanjutkan ke situs web e-commerce
- Menyelesaikan pembelian
Virtual store menyediakan jalur tambahan antara penemuan pelanggan dan konversi daring.
Mendukung Ritel Omnichannel Selama COVID-19
Proyek ini diselesaikan pada 2022, dalam konteks yang lebih luas dari pandemi COVID-19.
Ritel fisik telah terganggu secara signifikan.
Perilaku pelanggan telah berubah.
Konsumen menjadi semakin nyaman berbelanja secara daring.
Namun, furnitur tetap menjadi kategori di mana pengalaman showroom fisik terus memberikan nilai yang signifikan.
Virtual store Cellini membantu menjembatani kedua realitas ini.
Pelanggan dapat merasakan showroom fisik secara digital.
Mereka dapat menjelajahi produk sesungguhnya di lingkungan ritel yang sesungguhnya.
Mereka dapat menemukan kombinasi furnitur.
Dan mereka dapat melanjutkan langsung ke toko daring saat mereka siap membeli.
Lebih dari Sekadar Respons terhadap Pandemi
Meskipun COVID-19 menjadi bagian dari konteks bisnis di balik proyek ini, virtual store tidak dirancang semata-mata sebagai solusi sementara untuk pandemi.
Konsepnya juga membahas peluang ritel omnichannel yang lebih luas.
Showroom fisik merupakan aset bisnis yang signifikan.
Cellini telah berinvestasi dalam:
- Ruang ritel
- Desain interior
- Visual merchandising
- Display produk
- Pengalaman pelanggan
Virtual store memungkinkan lebih banyak pelanggan mengakses investasi tersebut.
Showroom tidak lagi terbatas hanya untuk orang-orang yang dapat mengunjungi Alam Sutera secara fisik.
Showroom dapat dijelajahi secara daring dari mana saja.
Membangun Kepercayaan Melalui Kehadiran Ritel Fisik
Kepercayaan sangat penting ketika pelanggan membeli produk bernilai tinggi secara daring.
Situs web e-commerce konvensional tidak selalu dapat mengomunikasikan keseluruhan skala bisnis di baliknya.
Pelanggan mungkin mempertanyakan:
- Apakah ini peritel yang sudah mapan?
- Apakah perusahaan ini memiliki kehadiran fisik?
- Seberapa luas pilihan produknya?
- Bisakah saya memercayai kualitas bisnis ini?
- Apakah ini brand furnitur yang sah?
Virtual store memberikan bukti visual langsung.
Pelanggan dapat memasuki showroom sesungguhnya berukuran sekitar 500 m².
Mereka dapat menjelajahi ruang tersebut.
Mereka dapat melihat jangkauan produknya.
Mereka dapat merasakan skala peritel tersebut.
Hal ini membantu memperkuat kepercayaan pelanggan terhadap brand dan kehadiran ritel fisiknya.
Menggunakan Matterport Dollhouse View untuk Navigasi
Platform Matterport memberikan pelanggan Dollhouse View interaktif dari keseluruhan showroom.
Hal ini memungkinkan pengguna melihat tata letak spasial toko secara keseluruhan.
Pelanggan dapat:
- Memutar showroom digital
- Memahami ruang secara keseluruhan
- Mengidentifikasi area yang berbeda
- Memilih lokasi
- Berpindah langsung antar bagian
Hal ini memberikan metode navigasi yang intuitif untuk lingkungan ritel seluas sekitar 500 m².
Integrasi Website dan Media Sosial
Virtual store Cellini terutama didistribusikan melalui:
- Situs web Cellini
- Kanal media sosial
Selama periode COVID, pengalaman ini dipromosikan secara aktif melalui platform sosial Cellini.
Pelanggan dapat mengakses virtual store secara daring, menjelajahi showroom fisik, menemukan produk, dan melanjutkan ke situs web e-commerce konvensional.
Hal ini membantu mengintegrasikan pengalaman imersif ke dalam strategi pemasaran dan penjualan digital Cellini yang lebih luas.
Kompatibilitas VR
Virtual store Cellini juga kompatibel dengan perangkat VR yang didukung.
Hal ini memberikan pengguna cara tambahan untuk merasakan showroom fisik dalam lingkungan yang lebih imersif.
Proses Product Tagging yang Kolaboratif
InReality Solutions menangani keseluruhan proyek virtual store, termasuk:
- Perencanaan proyek
- Scanning Matterport
- Penangkapan spasial
- Pengembangan virtual store
- Product tagging awal
- Penautan e-commerce
- Pengujian
- Peluncuran (deployment)
Sekitar 150 produk terpilih perlu diidentifikasi dan dihubungkan ke informasi serta halaman e-commerce yang sesuai.
Karena tim Cellini memiliki keakraban yang lebih besar dengan katalog produk lengkap mereka, InReality Solutions juga melatih tim internal untuk mengelola product tagging.
Hal ini menciptakan alur kerja yang lebih efisien.
InReality Solutions membangun pengalaman dan sistem tagging, menyelesaikan sebagian integrasi produk, dan memberikan tim Cellini pengetahuan yang diperlukan untuk terus mengelola tag secara internal.
Memberdayakan Tim Internal
Melatih tim Cellini memberikan keuntungan tambahan.
Produk yang sudah dihentikan dapat dihapus dari pengalaman Matterport tanpa mengharuskan InReality Solutions mengelola setiap perubahan individual.
Hal ini memberikan tim internal kendali yang lebih besar atas informasi produk yang berkelanjutan.
Namun, perubahan signifikan pada showroom fisik atau penambahan lingkungan display yang sepenuhnya baru tetap membutuhkan scanning ulang.
Tantangan Memperbarui Virtual Store Fisik
Setiap virtual store yang didasarkan pada lingkungan fisik yang sesungguhnya memiliki keterbatasan yang melekat.
Ruang fisik berubah.
Produk berpindah.
Koleksi baru datang.
Produk lama dihentikan.
Display didesain ulang.
Untuk secara akurat mencerminkan perubahan fisik yang besar, area toko mungkin perlu di-scan kembali.
Namun, furnitur memiliki keunggulan dibandingkan banyak kategori ritel lainnya.
Siklus produk furnitur umumnya lebih lambat dibandingkan kategori yang bergerak cepat seperti fashion.
Produk dan display dapat tetap relevan untuk periode yang lebih lama.
Hal ini membuat showroom Cellini sangat cocok untuk konsep virtual store.
Menyelesaikan Proyek dalam Sekitar Satu Bulan
Proyek virtual store Cellini yang lengkap membutuhkan waktu sekitar satu bulan.
Scanning di lokasi itu sendiri diselesaikan selama dua hari.
Sisa periode proyek difokuskan terutama pada:
- Pemrosesan pengalaman Matterport
- Pengorganisasian virtual store
- Product tagging
- Informasi produk
- Penautan e-commerce
- Pengujian
- Peluncuran (deployment)
- Pelatihan tim internal
Hasilnya adalah versi digital interaktif dari showroom Cellini yang berukuran sekitar 500 m².
Hasilnya
Virtual store Cellini memberikan hasil komersial yang terukur selama periode COVID yang diukur.
Pengalaman ini:
- Mengubah secara digital showroom furnitur seluas sekitar 500 m²
- Membuat sekitar 150 produk terpilih menjadi interaktif
- Menghubungkan penemuan produk fisik dengan situs web e-commerce Cellini
- Memungkinkan pelanggan merasakan kombinasi furnitur yang dirancang secara profesional secara daring
- Mendukung penemuan produk pelengkap
- Membantu memperkuat kepercayaan terhadap kehadiran ritel fisik Cellini
- Berkontribusi pada sekitar 30% penjualan daring selama periode COVID yang diukur
- Menghasilkan rata-rata ukuran keranjang belanja sekitar 45% lebih tinggi dibandingkan pembelian daring konvensional
Hasil-hasil ini menunjukkan potensi dampak immersive commerce ketika teknologinya selaras dengan karakteristik kategori produk.
Mengapa Virtual Store Cellini Berhasil
Keberhasilan virtual store Cellini bukan sekadar karena pelanggan dapat berjalan-jalan mengelilingi showroom secara daring.
Pengalaman ini berhasil karena mengatasi beberapa keterbatasan spesifik dari e-commerce furnitur konvensional.
Furnitur membutuhkan konteks.
Virtual store menampilkan produk secara bersamaan.
Pelanggan membutuhkan inspirasi.
Virtual store memungkinkan mereka menjelajahi susunan furnitur yang lengkap.
Pembelian furnitur membutuhkan kepercayaan.
Virtual store menunjukkan kehadiran fisik, skala, dan jangkauan produk Cellini.
Pelanggan tidak selalu tahu setiap produk yang mereka butuhkan.
Virtual store mendorong penemuan alami.
Produk pelengkap meningkatkan nilai transaksi.
Virtual store memungkinkan pelanggan melihat produk furnitur mana yang saling melengkapi.
Teknologi ini berhasil karena selaras dengan masalah bisnis yang dihadapi.
Dari Showroom Fisik ke Kanal Penjualan Digital
Proyek ini dimulai dengan:
- Showroom furnitur fisik seluas 500 m²
- Lingkungan ritel yang dirancang secara profesional
- Ratusan produk furnitur
- Platform e-commerce yang sudah ada
- Perilaku pelanggan yang berubah
- Gangguan yang lebih luas dari COVID-19
- Peluang untuk memperkuat ritel omnichannel
InReality Solutions mengubah elemen-elemen ini menjadi:
- Virtual store furnitur yang imersif
- Digital twin Matterport yang lengkap
- Sekitar 150 produk interaktif
- Informasi produk melalui Mattertag
- Koneksi langsung ke halaman produk e-commerce
- Navigasi 3D Dollhouse
- Integrasi website
- Distribusi media sosial
- Kompatibilitas VR
- Kemampuan pengelolaan produk internal
Hasil komersialnya signifikan.
Sekitar 30% dari penjualan daring selama periode COVID yang diukur diatribusikan kepada virtual store.
Dan:
Pelanggan yang membeli setelah menjelajahi virtual showroom menghasilkan rata-rata ukuran keranjang belanja sekitar 45% lebih tinggi dibandingkan pembeli daring konvensional.
Proyek Cellini menunjukkan bahwa immersive commerce dapat melakukan lebih dari sekadar menciptakan pengalaman pelanggan yang menarik.
Ketika diterapkan secara strategis, hal ini dapat memengaruhi bagaimana pelanggan menemukan produk, apa yang mereka beli, dan berapa banyak yang mereka belanjakan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa yang dibuat InReality Solutions untuk Cellini?
InReality Solutions menciptakan virtual store furnitur interaktif berdasarkan showroom Cellini di Alam Sutera yang berukuran sekitar 500 m². Pengalaman ini memungkinkan pelanggan menjelajahi showroom sesungguhnya secara virtual, menemukan furnitur dalam penataan yang dirancang secara profesional, berinteraksi dengan produk terpilih, mengakses informasi produk, dan melanjutkan langsung ke situs web e-commerce Cellini.
Kapan virtual store Cellini dibuat?
Proyek ini diselesaikan pada 2022.
Mengapa Cellini menciptakan virtual store?
Proyek ini dikembangkan dalam konteks yang lebih luas dari COVID-19 dan pentingnya ritel omnichannel yang terus meningkat. Tujuannya adalah membawa lebih banyak pengalaman showroom furnitur fisik ke ranah daring dan menghubungkan penemuan produk imersif dengan platform e-commerce Cellini yang sudah ada.
Teknologi apa yang digunakan?
Virtual store ini diciptakan menggunakan teknologi Matterport.
Seberapa besar showroom Cellini?
Showroom ini berukuran sekitar 500 m².
Berapa banyak produk yang dijadikan interaktif?
Sekitar 150 produk furnitur terpilih dijadikan interaktif.
Bagaimana pelanggan berinteraksi dengan produk?
Pelanggan dapat memilih produk furnitur yang telah ditandai di dalam virtual store. Mattertag menampilkan informasi termasuk nama produk, harga, dan deskripsi. Pelanggan kemudian dapat melanjutkan ke halaman produk yang sesuai di situs web e-commerce Cellini.
Bisakah pelanggan membeli produk langsung di dalam pengalaman Matterport?
Tidak. Pelanggan dapat mengakses informasi produk di dalam virtual store dan kemudian melanjutkan ke situs web e-commerce Cellini di tab browser terpisah untuk menyelesaikan pembelian mereka.
Apakah virtual store meningkatkan penjualan daring Cellini?
Selama periode COVID yang diukur, sekitar 30% dari penjualan daring Cellini diatribusikan kepada pelanggan yang datang melalui pengalaman virtual store.
Apakah virtual store memengaruhi rata-rata ukuran keranjang belanja?
Ya. Pelanggan yang membeli setelah menjelajahi virtual store memiliki rata-rata ukuran keranjang belanja sekitar 45% lebih tinggi dibandingkan pelanggan yang membeli hanya melalui pengalaman toko daring konvensional selama periode COVID yang diukur.
Mengapa pelanggan virtual store berbelanja lebih banyak?
Virtual store memungkinkan pelanggan melihat produk secara bersamaan di dalam penataan furnitur yang dirancang secara profesional. Hal ini mendukung penemuan produk secara kontekstual dan membantu pelanggan mengidentifikasi item pelengkap seperti meja, karpet, pencahayaan, tempat duduk, dan aksesori. Pelanggan umumnya membeli beberapa produk pelengkap setelah menjelajahi lingkungan showroom.
Berapa lama proyek ini berlangsung?
Proyek lengkap ini membutuhkan waktu sekitar satu bulan.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan scanning showroom?
Proses scanning Matterport di lokasi diselesaikan selama dua hari.
Apakah InReality Solutions menangani keseluruhan proyek?
InReality Solutions menangani scanning Matterport, pengembangan virtual store, product tagging dan penautan awal, pengujian, dan peluncuran. InReality Solutions juga melatih tim Cellini untuk terus mengelola tag produk secara internal.
Apakah virtual store tersedia di perangkat mobile?
Ya. Virtual store Matterport ini dapat diakses melalui komputer desktop, smartphone, dan tablet yang didukung.
Apakah pengalaman ini kompatibel dengan VR?
Ya. Virtual store Cellini kompatibel dengan perangkat VR yang didukung.
Bisakah tim Cellini memperbarui produk?
Tim Cellini dilatih untuk mengelola tag produk dan menghapus produk yang sudah dihentikan. Namun, perubahan signifikan pada lingkungan showroom fisik atau area display baru akan membutuhkan scanning tambahan.
Mengapa toko furnitur sangat cocok untuk teknologi virtual store?
Pelanggan furnitur diuntungkan dengan melihat produk di dalam lingkungan interior yang utuh. Virtual store memungkinkan pelanggan menjelajahi kombinasi furnitur yang dirancang secara profesional, menemukan produk pelengkap, membayangkan susunan ruangan dengan lebih baik, dan merasakan skala serta kehadiran fisik peritel.
Ingin Hasil Seperti Cellini?
Ceritakan proyek Anda — tim kami akan menyusun proposal yang sesuai kebutuhan Anda.